Widget edited by super-bee

Jumat, 01 April 2016

My Short Story

Hai Guys!!!

Udah lama ngga nge-post, kali ini owner N akan memuat salah satu cerpen owner N. Mau tahu? Let’s Check It Out!!!


♪Jeritan Tengah Malam♪

          Tik…Tok…Tik…Tok…
          Jam dinding berdetak beberapa kali. Aku membuka mataku, dan melihat ke arah jam dinding. Pukul dua tepat, ya, memang masih sangat pagi. Aku terjaga dan hanya ditemani oleh detakkan jam dinding dikeheningan malam. Sunyi senyap, itu yang aku rasakan. Angin malam yang datang dari fentilasi udara menambah kesan menakutkan di malam itu.
          Kriiikkk…Kriiikkk…Kriiikkk…
          “Mengapa aku bisa bangun di malam yang sepi seperti ini?” Tanyaku dengan nada ketakutan.
          Ya, aku memang penakut. Diantara anggota keluarga di rumah ku, aku adalah orang yang paling penakut. Bahkan aku dijuluki Sasha Si Penakut. Memang menyebalkan, tapi itu kenyataan. Aku harus menerima kenyataan bahwa aku adalah seseorang yang penakut terhadap hal-hal berbau mistis, dan ruangan yang gelap.
          “Mengapa aku susah tidur ya? Suasananya pun sepi. Bagimana ini?!” Gumamku ketakutan, sambil gemetar.
          Tak lama kemudian aku mendengar suatu suara yang membuatku mengeluarkan keringat dingin.
          Grubug..Kresek..Kresek..Grubug!
          “Huaaaaa…Suara apa itu! Aaaaaaa! Menyeramkan sekali!” Teriakku dengan sangat kencang di dalam hati.
          Aku terus bersembunyi dibalik selimutku. Menutup mataku dan mencoba untuk kembali tidur. Tak lama kemudian, aku kembali tidur.
          “Sashaaa….Ayo bangun, kamu sekolah tidak? Sudah pukul 05.45! Ayo cepat bangun!” Teriak ibuku dari luar kamarku.
          “Sebentar lagi bu.. Aku masih mengantuk..Hoaamm,” ucapku sembari menarik selimutku sampai kepala.
          “Ayo bangun! Ini sudah siang! Nanti kamu terlambat ke sekolah!” Ucap ibuku sambil membuka pintu kamarku.
          “Memangnya  sekarang pukul berapa bu? Hoaaammm,” tanyaku.
          “Sekarang pukul 05.50! Ayo bangun!” Ucap ibuku dengan nada kesal.
          “Apaaa! Mengapa tidak membangunkanku dari tadi?!” Teriakku dengan nada kaget.
          “Dari tadi sudah dibangunkan! Kamu tetap saja tidak mau bangun! Salah sendiri, cepat mandi sana!” Ucap ibuku.
          Pada pagi harinya saat sarapan, aku terus memikirkan tentang suara apa yang aku dengar tadi malam. Apakah itu suara hantu? Oh tidak! Aku terus memikirkan hal itu sampai nasi yang ada di piringku menjadi dingin.
          “Sasha! Ayo cepat makan makananmu! Nanti menjadi dingin!” Ucap ayahku.
          “Hemm, iyaa,,,” Ucapku sambil menyendokkan nasi ke mulut.
          Aku sangat penasaran dengan apa yang aku dengar tadi malam. Aku mencoba bertanya kepada kedua orang tuaku.
          “Ayah, Ibu? Apa tadi malam ayah dan ibu mendengar sesuatu?” Tanyaku ragu.
          “Mendengar apa? Suara jangkrik?” Ucap ayahku membalik pertanyaan.
          “Aku serius Yah,, tadi malam aku mendengar suara aneh,” ucapku.
          “Suara aneh seperti apa Sasha? Perasaan ibu tidak mendengarnya,” jawab ibuku.
          “Tapi tadi malam aku mendengarnya dengan jelas bu,” ucapku.
          “Oh ya? Jika suaranya jelas, mengapa hanya kamu yang mendengarnya? Apa jangan-jangan…” Ucap ayahku dengan nada menakutiku.
          “Aaaaaaahhh,,, Ayah, jangan membuatku takut! Serius yah,,,” rengekku.
          “Haha.. Makannya jadi orang jangan penakut. Jadi beginikan? Dijahili semua orang. Hihi,” sindir Ayahku.
          Ayahku hanya membuatku takut. Tadinya aku ingin bercerita agar aku tidak takut lagi. Alhasil, aku malah menjadi semakin ketakutan. Bukannya menasihatiku agar aku tidak takut, ternyata hanya membuatku semakin takut. Aku sangat kesal dan segera berangkat ke sekolah, karena takut terlambat.
          Malam haripun tiba. Aku mencoba untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. Aku mencoba untuk tidur dan mulai menutup mataku. Tak lama kemudian aku tertidur pulas dan bermimpi indah. Tiba-tiba…
          Brug!
          Aku terbangun karena mendengar suara yang sangat kerncang sekali.
          “Huaaa! Suara apa itu!” Teriakku ketakutan.
          Aku menjerit dengan suara yang sangat tinggi. Aku tidak tahu apakah tetangga yang berada di sebelah rumahku mendengarnya atau tidak. Aku sangat ketakutan. Keringat dingin mulai membasahi wajahku.
          Grubug..Kresek… KLONTRAAANGG ! ! !
          “Aaaaaaa! Suara apa itu!” Teriakku.
          Keringat dingin terus membasahi tubuhku. Aku benar-benar ketakutan saat itu. Aku belum pernah setakut ini sebelumnya. Baru kali ini aku menjerit karena ketakutan di malam hari.
          Di saat aku sedang ketakutan karena terus mendengar suara-suara aneh, tiba-tiba aku mendengar suara teriakkan ibuku dalam keheningan malam.
          Bug.. Bug..
          “ Nah lhoo! Kena kan!” Ucap ibuku.
          Setelah aku mendengar suara ibuku, aku semakin penasaran dan memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi. Aku mulai berjalan kea rah pintu dengan perlahan. Aku mulai membuka pintu kamarku.
          Krekeeett…Krek!!!
          Pintu kamarku terbuka! Betapa terkejutnya aku melihat seekor hewan pengerat yang amat besar berada dalam jeratan jebakan tikus.
          “Ohaha.. Jadi tikus ini yang membuat suara-suara menakutkan itu?!” Ucapku.
          “Ohh,,, Jadi suara ini yang kamu takuti?” Tanya ibuku.
          “Betul bu! Aku sangat ketakutan sampai menjerit dan mengeluarkan keringat dingin.” Ucapku.
          “Iya ibu tau, ibu mendengar suara jeritanmu, ditambah suara wajan yang jatuh itu,” kata ibuku sambil menunjuk kea rah wajan.
          “Ohh,, jadi wajan itu yang terjatuh tadi? Membuatku terkejut saja!” Ucapku.
          “Makannya jangan dulu takut pada hal yang belum pasti. Jadinya seperti ini kan?” Ucap ibuku menasihatiku.
          “Baiklah bu, mulai saat ini sebelum aku ketakutan aku akan memastikannya terlebih dahulu,” ucapku.
          “Nah,, begitu dong! Itu baru namanya anak pemberani!” Ucap ibuku.
          Ternyata, suara-suara yang aku dengar selama ini adalah suara hewan pengerat besar yang berkeliaran di rumah ku yang akhirnya tertangkap. Suara itulah yang membuatku ketakutan. Mulai saat ini aku akan memastikan dulu apa yang aku lihat dan aku dengar agar aku tidak ketakutan dan agar aku tidak menjerit di tengah malam.

♫Tamat♫


Gimana cerpennya? Beri kritik dan saran di kolom komentar yaa~~

9 komentar:

  1. Kereen cerpennya,menarik,walaupun pendek,ceritanya jelas&selesai :)
    tingkatkan yaa :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap nyonya byun, terimakasih telah mengunjungi blog kami ^^

      Hapus
  2. Keren ceritanya juga menarik,tetap semangat menulis:)

    BalasHapus
  3. Bagus thor 😁 ini masuk cerita anekdot ya thor?

    Maaf kalo salah 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan anekdot, tapi misteri, ngga ada lucunya sama sekali :v

      Hapus